Mitos atau Fakta : Cicak Jatuh Dekatmu Pertanda Buruk Akan Terjadi
Pernah nggak, lagi santai di rumah tiba-tiba “bruk!” cicak jatuh nggak jauh dari kita? Refleks langsung kaget, lalu kepikiran, “Waduh, ini pertanda apa?” Di Indonesia, kejadian seperti cicak jatuh memang sering dikaitkan dengan mitos tertentu, termasuk anggapan bahwa bakal ada kejadian buruk, kabar nggak enak, atau kesialan yang datang. Kepercayaan semacam ini sudah lama beredar dan bahkan masih sering dibicarakan dari tongkrongan sampai keluarga. Tapi kalau dipikir-pikir, masa iya seekor cicak yang jatuh bisa tahu masa depan kita? Nah, di sinilah cerita mitos dan fakta mulai menarik untuk dibedakan.
Mitos atau fakta? 1. Cicak jatuh = pertanda buruk — MITOS. Sampai sekarang tidak ada bukti penelitian yang menunjukkan bahwa posisi atau jatuhnya cicak berkaitan dengan kejadian buruk yang akan dialami seseorang. Anggapan tersebut lebih dekat dengan kepercayaan tradisional dan cara manusia memberikan makna pada kejadian yang sebenarnya kebetulan.
2. Cicak jatuh karena “kehilangan keseimbangan” — FAKTA, tetapi ada cerita menarik di baliknya. Cicak memang punya kemampuan luar biasa untuk menempel di dinding dan plafon. Telapak kakinya memiliki struktur rambut mikroskopis bernama setae yang menghasilkan gaya adhesi, sehingga mereka mampu berjalan bahkan dalam posisi terbalik. Jadi ketika seekor cicak sampai jatuh, kemungkinan sederhananya adalah kondisi permukaan, gerakan tubuh, atau gaya yang bekerja pada telapak kakinya membuat cengkeramannya terlepas.
3. Cicak jatuh tepat di dekat kita karena “memilih” orang tersebut — MITOS. Jawaban yang lebih nggak mainstream justru berkaitan dengan posisi kita. Kalau kita sering berada di bawah plafon atau dekat sumber cahaya, peluang cicak jatuh di sekitar kita memang otomatis lebih besar. Jadi bukan cicaknya punya target pribadi, tetapi kita kebetulan berada di “zona jatuhnya”.
Yang lebih menarik, kemampuan cicak menempel ternyata menjadi bahan penelitian serius di dunia sains. Para peneliti menemukan bahwa jutaan struktur kecil pada telapak kaki cicak bekerja bersama menghasilkan daya lekat yang cukup kuat untuk membuatnya bertahan di permukaan vertikal bahkan plafon. Namun kemampuan tersebut bukan berarti cicak mustahil jatuh. Penelitian tentang adhesi cicak menunjukkan bahwa kontak kaki dengan permukaan harus berada dalam kondisi dan posisi tertentu agar daya lekat bekerja optimal. Bahkan perubahan karakter permukaan dapat memengaruhi kemampuan adhesinya. Jadi, kalau suatu hari cicak tiba-tiba jatuh dekatmu, kemungkinan besar bukan alam sedang mengirim warning, melainkan sistem “perekat” alami si cicak sedang gagal bekerja sempurna. Lucunya, otak manusia justru sering mencari hubungan antara kejadian tersebut dengan sesuatu yang terjadi setelahnya. Kalau setelah cicak jatuh kemudian kita mendapat kabar buruk, kita mudah menganggap keduanya berhubungan. Padahal bisa saja itu murni kebetulan.
Jadi, cicak jatuh dekat kita bukan bukti bahwa kesialan atau kejadian buruk akan datang. Anggap saja sebagai kejadian random yang kebetulan bikin jantung copot sesaat. Mitos boleh diketahui sebagai bagian dari budaya dan cerita masyarakat, tetapi untuk menentukan apakah sesuatu akan terjadi, lebih baik jangan menyerahkan keputusan kepada seekor cicak. Kalau besok cicak jatuh lagi, mungkin yang perlu dilakukan bukan takut akan pertanda buruk, tapi cek plafon: jangan-jangan cicaknya memang sudah kehilangan pegangan.